Friday, February 10, 2012

sedikit hal yang ingin kuceritakan...

Aku tak tau harus memulai semua ini dari titik mana.
Aku mengakhiri segalanya dengan membiarkan orang lain melihatku dari sisi burukku.
Aku mempermalukan diriku di depan yang tercinta, dan orang yang dia cinta, bahkan di depan orang yang tak pernah kukenal sama sekali.

Hari ini entah sudah satu tahun berapa hari aku berpisah dengannya.
Waktu yang cukup lama untuk aku memulai kehidupan yang lebih baik tanpa yang tercinta.
Aku berusaha untuk menjalani kehidupanku dengan lebih baik, dengan lebih rohani dan lebih berwarna.
Aku menemukan sahabat,aku menemukan keluarga dan aku menemukan siapa aku sebenarnya.
Semuanya kudapati setelah aku berpisah dengan yang tercinta.
Kali ini aku teringat dia yang pernah menjadi yang tercinta.
Aku mengingat bagaimana aku menghinanya,memutuskannya pada ulangtahunnya, mengakhiri hubungan di facebook, menamparnya, memarahinya, memakinya,memaksanya untuk tiap hari datang bersamaku.
Aku terlihat sangat jahat, aku membuatnya menangis.
Orang orang berkata seperti itu, dia pun begitu.

Bolekah aku menceritakan apa yang ada di otakku saat itu??
Saat itu aku merasakan benar2 menjadi orang yang paling dicintainya..
Kita berbeda kota, dan aku tidak bisa berbuat banyak padanya.
Aku ingin sekali membuat sesuatu yang berbeda, ayahku datang dan mengajakku ke kota dimana dia berkuliah, senang rasanya bisa ada di hari ulangtahun yang tercinta.
Segalanya kupersiapkan, dari baju yang bagus, kue ulangtahun dan kado.
Aku tak sabar ingin mengucapkan “happy birthday” di telinganya. Aku tak sabar melihat dia tersenyum kepadaku,yang biasanya bisa kulihat saat akhir tahun. Aku sungguh tak sabar saat itu..
Hari yang dinantikanpun tiba, 22 november 2010.. aku sengaja tidak menghubunginya untuk beberapa saat sampai aku tiba di depan kosannya dan menjalankan segala rencanaku.
Sibuk sekali saat itu, mengemasi barang dan menunggu ayahku untuk menjemputku.
Senang sekali ketika melihat ayah datang, namun berita burukn yang dibawanya membuat segala rencanaku hancur, bahkan sia sia.
Ya, perjalanan di batalkan. Ayah mendapat tugas di tempat lain.
Hancur, mood-ku saat itu benar benar hancur. Rasanya tidak ada perasaan selain marah, sebel,jengkel, dan ingin teriak. Aku merasa tidak bisa memberikan sesuatu pada yang tercinta.
Coba kamu bayangkan, dia menelpon “sayang, aku baru aja di kasih sureprise sama teman-teman” bagaimana rasanya??? Harusnya aku senang, tapi seharusnya aku sudah lebih dulu dari teman temannya. Seharusnya aku sudah mengucapkan happy birthday lebih dulu di telinganya sebelum teman temannya melakukannya. Tapi apa, nothing ! aku tidak melakukan apapun, rencana yang aku susun sia sia. Yang di benakku, kalau aku tidak bisa membahagiakan dia,ya sudah putus saja. Toh sama saja kalo tidak bisa membahagiakan satu sama lain, padahal dia yang sangat kucinta.
Saat itu aku putuskan hubungan kita, dan aku di cap sebagai “orang jahat”

Tapi tetap saja berlanjut hubungan aku dengan yang tercinta.

Sebelumnya,,, pernah kulakukan hal bodoh,,
Memutuskan relationship di facebook juga menjadikanku orang “JAHAT”  bagi dia yang tercinta dan orang orang yang mengetahui dan mendengar cerita dari dia  yang tercinta.
Jika benar benar cinta, apalah arti status di jejaring sosial?? Apakah status relationship di facebook bisa merubah segalanya?? “YA” segalanya bisa berubah.
Awalnya aku pikir semua akan baik baik saja, semua akan normal normal saja. Toh hanya status di facebook.
Tapi sebenarnya itulah salah satu alasan yang membuat yang tercinta pergi dariku.
“orang lain tidak tau kalau aku sudah punya pacar”
Aku selalu bertanya tanya saat itu,, apakah kamu tidak punya sikap? Apakah kamu tidak punya mulut untuk mengatakan aku sudah punya pacar? Sulitkah berkata seperti itu???
Aku percaya padanya, aku pikir dia tidak akan seperti itu... ternyata, jiwa lelaki tidak bisa di bohongi... semua sama saja...

Dan saat ini aku merindukan seseorang,, aku selalu berusaha merindukan seseorang untuk tidak merindukan dia yang tercinta. Maafkan aku yang pernah melukai sedikit hatimu dan menjadikan hari hari bersamaku ingin kau lupakan, teruslah lupakan aku dan bahagialah bersama dia yang kau anggap menjadikanmu sebagai lelaki sesungguhnya..
Satu yang harus kau ketahui, aku menyayangimu sampai akupun tak bisa untuk mengetahui cinta apa yang selalu datang padaku saat kau perrgi dari hidupku.
Maaf.