ketika hidup seolah hancur.
"seolah olah" ini mengartikan kita berpendapat bahwa hidup kita hancur.
kadang kehancuran kita berasal pendapat dari diri kita dan orang lain.
kehancuran yang sebenarnya itu adalah pada saat kita betul betul mmenganggap hidup kita benar benar hancur dan sudah tidak bisa di perbaiki lagi.
namun, kita dapat bangkit ketika kita yakin bahwa masa depan kita masih bisa di perbaiki.
banyak sekali berbagai kisah hidup yang saya anggap sudah pantas membuat saya menulis seperti ini, mulai dari diri saya, sahabat saya dan orang2 yang saya kenal lainnya.
keadaan terpuruk bukan menjadi sebuah asumsi bahwa Tuhan itu jahat, atau hidup kita di takdirkan untuk menderita dan tidak bahagia, karna pada dasarnya Tuhan itu baik,lebih baik dari seorang ibu, dan jika kita bersalah Ia bisa saja lebih kejam dari kepala preman sekalipun.
dan ingatlah bahwa di ujung rotan ada emas yg berarti setiap sentilan masalah yang kita hadapi itu menjadi sebuah pelajaran untuk kebaikan kita.
beberapa minggu ini saya sangat sedih mendengar cerita dari seorang ibu rumah tangga yang setiap hari minggu duduk bersebelahan dengan saya di gereja bersama dengan suaminya.
minggu itu dia nampak datang sendiri, karna saya fokus dengan ibadah saya tidak sempat bertanya kenapa dia datang sendiriran...
2 jam berlalu dan ibadahpun selesai,
saya bergereja di sebuah gereja yang lumayan besar di daerah kelapa gading-jakarta. setiap minggu ibu ini selalu menumpang d mobil saya untuk nebeng,karna rumahnya tidak jauh dari gereja.
sedih sekali ketika dia bercerita tentang suaminya.
ternyata itu adalah suaminya yang kedua,setelah pernikahannya hancur gara2 suaminya yang terdahulu menyeleweng dengan banyak perempuan dan menghasilhan penyakit "AIDS".
dia merasa hancur karna suaminya yang sekarang juga melakukan hal yang sama.
sedih sekali mendengar ceritanya yang mengeluarkan air mata dan tidak sedikit mengeluarkan kata kata kotor. dan ia juga mengatakan komitmen bahwa dia sudah lelah dengan semua keadaan seolah Tuhan memberikan orang orang yang terlihat sama perilakunya dan membuat dia sakit (hati) untuk ke dua kalinya.
satu minggu berselang,,, ibu ini tidak terlihat lagi di gereja..
dia terlihat kecewa dengan Tuhan.
kadang kita juga seperti itu, ketika hidup tidak seperti yang kita inginkan kita merasa bahwa TUHAN MENINGGALKAN KITA.
hei,, itu pemikiran yang menurut saya sangatlah tidak tepat..
kita masih hidup di dunia yang fana ini, jangan beranggap jika kita ikut dan setia pada Tuhan hidup kita akan selalu bahagia dan tidak ada masalah di dalamnya.
harusnya kita berfikir dan merenung, mengapa ini semua terjadi pada kita?
apalagi ini terjadi untuk ke sekian kalinya.
jangan menghujat Tuhan dengan berkata Tuhan jahat atau yg lainnya.
ingatlah bahwa Tuhan itu baik.
mendapatkan masalah itu bukan berarti kita harus menjauh dan berlari dari Tuhan.
justru Tuhan ingin kita lebih dekat dengan Dia dan mengerti apa yanng Dia inginkan dalam hidup kita.
koreksilah diri kita,, yakinlah jika ini semua berakhir buruk, ini bukanlah sebuah akhir. karna akhir adalah Kebahagiaan.
yakinlah bahwa dalah kesesakan, kuasa Tuhan menjadi sangat sempurna..
gloria pradita
"seolah olah" ini mengartikan kita berpendapat bahwa hidup kita hancur.
kadang kehancuran kita berasal pendapat dari diri kita dan orang lain.
kehancuran yang sebenarnya itu adalah pada saat kita betul betul mmenganggap hidup kita benar benar hancur dan sudah tidak bisa di perbaiki lagi.
namun, kita dapat bangkit ketika kita yakin bahwa masa depan kita masih bisa di perbaiki.
banyak sekali berbagai kisah hidup yang saya anggap sudah pantas membuat saya menulis seperti ini, mulai dari diri saya, sahabat saya dan orang2 yang saya kenal lainnya.
keadaan terpuruk bukan menjadi sebuah asumsi bahwa Tuhan itu jahat, atau hidup kita di takdirkan untuk menderita dan tidak bahagia, karna pada dasarnya Tuhan itu baik,lebih baik dari seorang ibu, dan jika kita bersalah Ia bisa saja lebih kejam dari kepala preman sekalipun.
dan ingatlah bahwa di ujung rotan ada emas yg berarti setiap sentilan masalah yang kita hadapi itu menjadi sebuah pelajaran untuk kebaikan kita.
beberapa minggu ini saya sangat sedih mendengar cerita dari seorang ibu rumah tangga yang setiap hari minggu duduk bersebelahan dengan saya di gereja bersama dengan suaminya.
minggu itu dia nampak datang sendiri, karna saya fokus dengan ibadah saya tidak sempat bertanya kenapa dia datang sendiriran...
2 jam berlalu dan ibadahpun selesai,
saya bergereja di sebuah gereja yang lumayan besar di daerah kelapa gading-jakarta. setiap minggu ibu ini selalu menumpang d mobil saya untuk nebeng,karna rumahnya tidak jauh dari gereja.
sedih sekali ketika dia bercerita tentang suaminya.
ternyata itu adalah suaminya yang kedua,setelah pernikahannya hancur gara2 suaminya yang terdahulu menyeleweng dengan banyak perempuan dan menghasilhan penyakit "AIDS".
dia merasa hancur karna suaminya yang sekarang juga melakukan hal yang sama.
sedih sekali mendengar ceritanya yang mengeluarkan air mata dan tidak sedikit mengeluarkan kata kata kotor. dan ia juga mengatakan komitmen bahwa dia sudah lelah dengan semua keadaan seolah Tuhan memberikan orang orang yang terlihat sama perilakunya dan membuat dia sakit (hati) untuk ke dua kalinya.
satu minggu berselang,,, ibu ini tidak terlihat lagi di gereja..
dia terlihat kecewa dengan Tuhan.
kadang kita juga seperti itu, ketika hidup tidak seperti yang kita inginkan kita merasa bahwa TUHAN MENINGGALKAN KITA.
hei,, itu pemikiran yang menurut saya sangatlah tidak tepat..
kita masih hidup di dunia yang fana ini, jangan beranggap jika kita ikut dan setia pada Tuhan hidup kita akan selalu bahagia dan tidak ada masalah di dalamnya.
harusnya kita berfikir dan merenung, mengapa ini semua terjadi pada kita?
apalagi ini terjadi untuk ke sekian kalinya.
jangan menghujat Tuhan dengan berkata Tuhan jahat atau yg lainnya.
ingatlah bahwa Tuhan itu baik.
mendapatkan masalah itu bukan berarti kita harus menjauh dan berlari dari Tuhan.
justru Tuhan ingin kita lebih dekat dengan Dia dan mengerti apa yanng Dia inginkan dalam hidup kita.
koreksilah diri kita,, yakinlah jika ini semua berakhir buruk, ini bukanlah sebuah akhir. karna akhir adalah Kebahagiaan.
yakinlah bahwa dalah kesesakan, kuasa Tuhan menjadi sangat sempurna..
gloria pradita